Minggu, 12 Februari 2012

Mengubur Masa Lalu

Masa lalu pacaran adalah masa yang telah dilewati sepasang kekasih dalam sebuah komitmen dengan cara menyatukan dua hati antara laki-laki dan perempuan ke dalam hubungan yang lebih istimewa. Hubungan ini melebihi dari sekedar hubungan pertemanan. Karena dalam hubungan ini dua sejoli lebih mengedepankan perasaan cinta. Namun tentu bak sebuah perjalanan, ada yang lancar-lancar saja hingga ke gerbang pernikahan, dan ada pula yang penuh liku sulit mencapai tujuan.Sehingga dalam proses perjalanan ini menimbulkan sebuah kenangan-kenangan dalam masa lalu. Baik kenangan pahit maupun kenangan indah.Mudahkah mengubur masa lalu cinta? jawabannya tentu tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Masing-masing memiliki situasi yang berbeda saat masa-masa itu di jalani. Kadar seberapa dalam masa lalu itu meninggalkan bekas di dalam hati bisa menjadi penentu cepat tidaknya, atau bisa tidaknya masa lalu itu di kubur.

Sangat mudah melupakan dan mengubur masa lalu jika pada saat berpacaran tidak menggunakan hati. Berpacaran iseng misalnya. Orang yang melakukan gaya pacaran ini biasanya tidak menggunakan hati saat memulai komitmennya. Umumnya mereka memiliki motif yang bersifat materi, nafsu, atau hanya untuk status belaka karena malu jika dibilang jomblo tak laku. Jika materi sudah mereka dapatkan, dan nafsu terlampiaskan maka akan dengan mudah mereka meninggalkan pasangannya. Dan orang seperti ini bisa jadi tak mempunyai kenangan mendalam dan dengan mudah mengubur masa lalunya tanpa setetes air mata. Bahkan di kemudian hari akan sangat jarang mengingatnya. Kecuali kalau telah menyesal pernah menyakiti pasangannya, baru dia akan mengingatnya dan mencoba untuk meminta maaf.

Nah bagi yang berpacaran biasa-biasa saja, yakni mencintai sekedarnya, nge-date sekedarnya, juga akan lebih mudah melupakan masa lalunya karena kenangan yang di timbulkan juga sekedarnya alias biasa-biasa saja.

Bagi yang sudah sangat serius menjalin cinta dengan pacarnya, mencintai kekasihnya dengan sangat, bahkan berani berkorban apapun, dan sudah terlanjur membentangkan harapan yang tinggi untuk ke jenjeng yang lebih tinggi, maka hal ini akan berakibat fatal bila ternyata takdir berkata mereka harus berpisah. Perpisahan yang terjadi biasanya menimbulkan luka yang mendalam. Rasa cinta, amarah, benci, penyesalan dan seabrek perasaan lainnya campur aduk menjadi satu. Terlebih jika ia masih mencintai kekasihnya, maka masa lalu ini tak akan hilang hingga maut datang. Tangisan, rindu, harapan akan muncul timbul tenggelam seiring berjalannya waktu. Dan ini sesuatu yang sangat menyakitkan.

Bagi yang belum mengalami namanya pacaran atau mencintai lawan jenis perlu belajar akan hal ini. Bila kelak mencintai seseorang maka rasakan saja sekedarnya. Hal ini agar tidak terjebak dalam pusaran cinta yang rumit dan sering menguras air mata.

Sementara itu bagi kau yang dengan mudah melupakan masa lalumu patut untuk bersyukur. Karena kau tak perlu merasakan rasa sakit yang menyayat-nyayat ketika memori indah ataupun suram itu muncul. Juga tak perlu ada air mata yang terbuang sia-sia karena luka yang masih terasa. Kau bisa fokus dengan duniamu saat ini. Dan bisa mencintai pasanganmu dengan sepenuh hati tanpa tercuil sedikitpun akibat luka di masa lalu.

Terakhir bagi kau yang memiliki pasangan dengan masa lalu yang berat, cobalah untuk selalu bersabar menghadapinya. Usaplah air matanya dengan penuh pengertian saat ia menangis tersedu. Dan peluklah dengan penuh sayang seolah-olah kau ikut merasakan kepedihan hatinya. Beri ia ruang untuk mencurahkan hatinya, yakinkan ia bahwa kau tidak akan marah padanya. Beri pula ia motivasi untuk bangkit menyongsong masa depan. Katakan padanya bahwa kau siap mengobati lukanya, membahagianya, menjaganya, tanpa harus menyakitinya. Jangan paksa ia untuk mengubur masa lalunya, karena ini bukan mayat yang selesai setelah di kubur. Bukan pula seperti lidah yang mudah melupakan rasa dari makanan yang baru di santapnya. Tapi ini hati, hati yang selalu hidup penuh dengan kenangan, harapan, luka, cinta, dan gejolak rasa lainnya. Hanya ajal yang mampu mengubur hati, dan semua bisa selesai jika ajal menjemput. Namun sebelum ajal itu tiba, hati butuh obat untuk lukanya, yakni keikhlasan atas apa yang telah ditakdirkan-Nya. Selalu ingatkanlah ia untuk ikhlas.

Jimbaran, 10 Januari 2012

Pentingnya Internet Bagi Wanita


Saya adalah seorang istri yang baru beberapa bulan belajar internet sebelum kasus Prita Mulyasari mencuat ke publik. Ketertarikan saya terhadap internet dipicu oleh seringnya suami berselancar di dunia maya ini, suami sering meng-update banyak hal dari sini, mulai dari mencarikan saya resep makanan, fashion catalog, karya-karya sastra, ilmu keagamaan, maupun informasi lain yang sangat bermanfaat bagi kami. I like it! sampai akhirnya saya memutuskan untuk belajar internet agar bisa berselancar sendiri di dunia maya ini, suamipun dengan senang hati membimbing dan mengajari saya menggunakan fasilitas ini. Akhirnya sedikit demi sedikit saya mulai bisa menggunakan internet sendiri.

Tapi sayang, trauma tiba-tiba melanda saya sejak kasus Ibu Prita mencuat ke publik. Saya jadi takut untuk ber-ekspresi terutama di blog pribadi saya. Sungguh saya benar-benar takut, takut jika mengalami hal yang sama seperti Ibu Prita terjerat UU ITE. Sampai-sampai karena hal ini saya menghapus tulisan saya di blog yang bersifat opini, dimana sedikit mengkritisi salah satu pelayanan publik di negeri ini.

Hari berganti hari, rasa trauma itu masih melekat,terlebih tayangan televisi terus menerus meng-ekspos kasus Prita Mulyasari. Pengalaman Ibu Prita masuk bui selama 2 minggu terus membayangiku dan akhirnya hari-hari ku pun fakum dari tulis-menulis.

Akhirnya bulanpun berganti bulan, kasus Ibu Prita belum jua selesai. Sementara itu, mau tidak mau aku harus mengikuti kasus ini karena hampir di setiap berita kasus ini selalu muncul dan semakin seru. Sampai akhirnya muncullah gerakan koin keadilan bagi Prita. Disinilah pelajaran berharga dapat saya petik, dan rasa traumapun perlahan menghilang menjadi sebuah motivasi baru untuk terus berkarya di dunia maya.

Pada moment gerakan koin keadilan bagi Prita sungguh membuka mata saya bahwa tidak pantas jika saya ataupun ibu-ibu lainnya trauma akan hal ini. Pasalnya, justru dari seorang ibu keadilan di Indonesia mulai menggeliat. Kalau bukan karena keluhan Ibu Prita yang di tulis lewat e-mail, mungkin masyarakat kita masih adem ayem saja dengan ketidak adilan di negeri ini. Nah, melalui kasus ini hampir seluruh masyarakat Indonesia mulai berani bergerak dan berpartisipasi aktif menyuarakan keadilan bagi rakyat kecil, dan itu sudah diwujudkan melalui gerakan koin keadilan bagi Prita. Dimana gerakan ini bisa di galang juga melalui dunia maya, seperti facebook dan twitter. Maka pantaslah, jika kita terus menggunakan fasilitas internet, karena memotivasi kita untuk terus berselancar menyuarakan kebenaran dan ber-ekspresi diri secara positif.

Sementara itu di era globalisasi yang makin menggila ini peran teknologi informasi sangat berpengaruh. Dimana kini hampir semua elemen masyarakat dunia sudah mulai meninggalkan cara-cara manual untuk mengembangkan potensi diri. Bahkan sebagian anak-anakpun sudah tidak mengenal dolanan-dolanan tradisional, karena permainan yang mengasikkan bisa dengan mudah dimainkan melalui hand phone, maupun game on line lainnya.

Internet adalah salah satu akses informasi yang paling digilai manusia saat ini, di mana segala informasi yang dibutuhkan dan menunjang potensi diri dapat dengan mudah diakses di sini.Hampir seluruh elemen masyarakat menggunakannya, tidak hanya digunakan oleh para politisi, mahasiswa, dan para terdidik lainnya, tapi juga di gunakan oleh para anak-anak dan ibu rumah tangga. Oleh karena itu internet bak makanan pokok yang harus ada dan selalu ada saat manusia merasakan lapar akan kebutuhan informasinya. Bahkan internet sudah menjadi nyawa bagi sebagian penggunanya yakni mereka yang bermata pencaharian/mengelola bisnis melalui internet.

Sebenarnya sangat layak jika berjuta jempol kita acungkan terhadap keberadaan internet. Banyak yang mengakui bahwa keberadaannya sangat membantu manusia, baik membantu dari segi kemudahan meng-akses informasi, menciptakan peluang bisnis baru, maupun kemudahan dalam menjalin tali silaturohim melaui media jejaring sosial seperti face book, twitter, dan juga friendster. Namun apakah itu saja yang perlu kita kritisi dari keberadaan internet? tentu saja tidak, sebab faktanya keberadaan internet juga membawa dampak negative bagi para penggunanya. Situs porno misalnya, bisa dengan mudah diakses oleh siapapun, baik tua, muda, bahkan anak-anak. Tentu hal ini akan menciptakan iklim negatif bagi kelangsungan hidup manusia itu sendiri, ini tidak boleh kita biarkan.

Nah sekali lagi saya adalah seorang wanita, tepatnya adalah seorang istri yang sedang menanti kehadiran generasi-generasi penerus dari rahim saya sendiri. Tentu di sini saya sangat menginginkan anak-anak ataupun generasi penerus yang akhlakul kharimah, berprestasi, berguna bagi keluarga dan lingkungannya, serta istiqomah di jalan Allah. Saya tidak mau perkembangan dunia maya ini mengancam moral dan iman generasi penerus yang notabennya adalah generasi penerus umat nabi Muhammad SAW. Lantas apa yang harus kita lakukan sebagai seorang istri, Ibu, maupun calon ibu lainnya?

Saya sempat miris saat ada sebuah cerita dimana seorang anak dengan asyiknya memainkan laptopnya di dalam kamar, saat di tanya oleh sang ibu sedang apa dia, maka iapun menjawab sedang belajar. Karena sang ibu buta akan teknologi maka percaya saja dengan jawaban anaknya, padahal ternyata sang anak sedang membuka situs porno. Satu kisah ini harusnya cukup mewakili kewaspadaan kita terhadap perkembangan orang-orang di sekeliling kita, terutama bagi generasi penerus. Sekuat tenaga kita harus mau belajar mengikuti perkembangan tekhnologi, tentu ini banyak tujuan. Selain untuk mengembangkan kualitas kita, kita juga bisa mengontrol lingkungan kita terhadap tekhnologi internet. Kita bisa lebih waspada apa saja yang dilakukan anak-anak kita, suami kita, maupun saudara-saudara kita saat berselancar di dunia maya. Paling tidak kita bisa mengingatkan jika salah satu dari orang terdekat kita menyalahgunakannya. Oleh karena itu kita jangan tertinggal dan ditinggalkan begitu saja oleh tekhnologi, jika itu sampai terjadi maka kita para istri atau ibu akan mudah dibodohi oleh lingkungan yang tidak sehat yakni mereka para penyalah guna internet.

Bagaimanapun sekarang adalah jamannya tekhnologi/internet, mau tidak mau kita akan bersinggungan dengan hal ini, maka jangan biarkan moral orang terdekat kita rusak karena keteledoran/ ketidakmampuan kita mengontrol hal ini. Kewajiban kita para istri maupun ibu untuk belajar menguasai teknologi ini, guna mendampingi dan mengarahkan penggunaan internet secara baik. Agar tercipta generasi yang maju, berkualitas, intelek, beriman, dan bertaqwa kepada Allah.

Motivasinya adalah jadilah istri yang kuat di balik suami yang hebat, dan jadilah ibu yang kuat di balik anak yang hebat!

Terakhir ketahuilah bahwa Allah sangat memuliakan keberadaan wanita, itu artinya keberadaan kita kaum wanita di dunia ini sangat penting. Terutama untuk mendidik generasi kita menjadi generasi yang qur’ani dan robbani.

"Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, Maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun"

( Qs।An Nisaa’:124)


Musik




Masa Muda

Masa muda usiaku kini
Warna hidup tinggal kupilih
Namun aku telah putuskan
Hidup di atas kebenaran

Masa muda penuh karya untuk-Mu Tuhan
Yang aku persembahkan sbagai insan ber -iman

Kini jelas tiap langkahku
Illahi jadi tujuanku
Apapun yang aku lakukan
Islam slalu jadi pegangan

Masa muda penuh karya untuk-Mu Tuhan
Yang aku persembahkan sbagai insan beriman
Mumpung muda ku tak berhenti menapak cita
Menuju negeri syurga yang nun jauh di sana
by Edcoustic

Kita, khususnya para remaja tengah terbuai nikmatnya ribuan syair-syair yang di lantunkan para penyanyi solo maupun groub band di tanah air ini. Mulai dari Afgan, yang suaranya begitu merdu, The Masiv, T.R.I.A.D, Mulan Jamilah, sampai pada penyanyi yang suaranya pas-pasan seperti Ruben Onsu, Luna Maya, maupun Olga Syah Putra. Semua punya penggemar masing-masing dan sangat dinikmati oleh masyarakat kita.
Bahkan sekarang jika di simak , layar TV kita mulai dibanjiri program-program musik. Ada Derings, In box, Idola Cilik, Mama Mia, sampai pada pemenang Panasonik Gobel Awards yakni Dahsyat. Semua program ini laris manis ditonton oleh masyarakat kita, baik anak-anak, remaja, maupun para orang tua. Terlebih jika kita lihat para penonton yang kadang berteriak histeris bahkan pingsan saat bertemu dengan para pelantun lagu-lagu kesayangannya.
Namun sayang, lagu-lagu yang merakyat dinegeri ini tidak begitu memberi banyak energi positif bagi masyarakat. Kebanyakan syair-syairnya didominasi kisah per cintaan, pacaran, perselingkuhan, sakit hati, dan syair-syair nyleneh yang gak jelas maknanya. Karena hal itulah saya sering bersedih. Kenapa jarang sekali syair-syair lagu yang menggugah keimanan kita kepada Allah jarang terdengar di negeri ini. Paling-paling hanya pada saat bulan ramadhan, itupun terkadang dilantunkan oleh pelantun yang kurang memaknainya. Heh! Padahal di negeri ini banyak Munsyid yang melahirkan lagu-lagu religi yang begitu bermanfaat bagi keimanan kita. Contohnya karya nasyid milik Shoutul Harokah, Brother, dan Edcoustic di atas. Tapi sayang banyak masyarakat yang tidak mengetahuinya.
Padahal , lagu sangat mempengaruhi jiwa seseorang saat mendengarkannya, jika lagu tersebut sedih maka yang mendengarkan juga ikut larut sedih, demikian pula sebaliknya. Terlebih jika lagu tersebut pas dengan pengalaman kita, maka kita akan makin larut saat mendengarnya.
Bersyukurlah bagi temen-temen yang ada di Solo, Jakarta, Bandung atau daerah-daerah lain yang bisa meng-update secara langsung nasyid-nasyid pilihan di stasion radio seperti Mq fm, maupun, Da Qu fm. Istiqomahlah untuk memilih nasyid sebagai lagu penghibur keseharian kita, karena banyak manfaat jika kita mendengarkan nasyid dari pada lagu-lagu roman picisan yang gak jelas arahnya.
Kemudian, aku persembahkan karya Edcoustic diatas bagi temen-temen semua. Sekitar tahun 2006 aku mengenal keindahan lagu ini, tepatnya di kota Solo, saat itu aku masih nyantri di Ma’had Abu Bakar As-Syidik. Tiap-tiap baitnya terdengar sarat makna. Menggugah semangat, dan penuh inspirasi. Aku sangat menyukai lagu ini. Oh ya, aku sempat lama tak mendengar lagu ini semenjak tinggal di Bali. Sempat aku mengunjungi toko kaset untuk sekedar membelinya dan mendengarkannya di rumah, namun sayang tak aku temukan, hingga akhirnya di awal April 2010 ini aku berhasil mengunduh lagu ini setelah sempat gagal mem-browsingnya. Syukur Alhamdulillah, kini aku bisa menikmati lagu ini kapanpun aku mau. I like this song! Bahkan kini aku menjadikan nasyid ini sebagai lagu penyemangat disaat sedang down. Tentu supaya aku selalu semangat dalam upaya belajarku menghasilkan karya yang diridhoi-Nya.

Jimbaran, 19 April 2010