Masa lalu pacaran adalah masa yang telah dilewati sepasang kekasih dalam sebuah komitmen dengan cara menyatukan dua hati antara laki-laki dan perempuan ke dalam hubungan yang lebih istimewa. Hubungan ini melebihi dari sekedar hubungan pertemanan. Karena dalam hubungan ini dua sejoli lebih mengedepankan perasaan cinta. Namun tentu bak sebuah perjalanan, ada yang lancar-lancar saja hingga ke gerbang pernikahan, dan ada pula yang penuh liku sulit mencapai tujuan.Sehingga dalam proses perjalanan ini menimbulkan sebuah kenangan-kenangan dalam masa lalu. Baik kenangan pahit maupun kenangan indah.Mudahkah mengubur masa lalu cinta? jawabannya tentu tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Masing-masing memiliki situasi yang berbeda saat masa-masa itu di jalani. Kadar seberapa dalam masa lalu itu meninggalkan bekas di dalam hati bisa menjadi penentu cepat tidaknya, atau bisa tidaknya masa lalu itu di kubur.Sangat mudah melupakan dan mengubur masa lalu jika pada saat berpacaran tidak menggunakan hati. Berpacaran iseng misalnya. Orang yang melakukan gaya pacaran ini biasanya tidak menggunakan hati saat memulai komitmennya. Umumnya mereka memiliki motif yang bersifat materi, nafsu, atau hanya untuk status belaka karena malu jika dibilang jomblo tak laku. Jika materi sudah mereka dapatkan, dan nafsu terlampiaskan maka akan dengan mudah mereka meninggalkan pasangannya. Dan orang seperti ini bisa jadi tak mempunyai kenangan mendalam dan dengan mudah mengubur masa lalunya tanpa setetes air mata. Bahkan di kemudian hari akan sangat jarang mengingatnya. Kecuali kalau telah menyesal pernah menyakiti pasangannya, baru dia akan mengingatnya dan mencoba untuk meminta maaf.
Nah bagi yang berpacaran biasa-biasa saja, yakni mencintai sekedarnya, nge-date sekedarnya, juga akan lebih mudah melupakan masa lalunya karena kenangan yang di timbulkan juga sekedarnya alias biasa-biasa saja.
Bagi yang sudah sangat serius menjalin cinta dengan pacarnya, mencintai kekasihnya dengan sangat, bahkan berani berkorban apapun, dan sudah terlanjur membentangkan harapan yang tinggi untuk ke jenjeng yang lebih tinggi, maka hal ini akan berakibat fatal bila ternyata takdir berkata mereka harus berpisah. Perpisahan yang terjadi biasanya menimbulkan luka yang mendalam. Rasa cinta, amarah, benci, penyesalan dan seabrek perasaan lainnya campur aduk menjadi satu. Terlebih jika ia masih mencintai kekasihnya, maka masa lalu ini tak akan hilang hingga maut datang. Tangisan, rindu, harapan akan muncul timbul tenggelam seiring berjalannya waktu. Dan ini sesuatu yang sangat menyakitkan.
Bagi yang belum mengalami namanya pacaran atau mencintai lawan jenis perlu belajar akan hal ini. Bila kelak mencintai seseorang maka rasakan saja sekedarnya. Hal ini agar tidak terjebak dalam pusaran cinta yang rumit dan sering menguras air mata.
Sementara itu bagi kau yang dengan mudah melupakan masa lalumu patut untuk bersyukur. Karena kau tak perlu merasakan rasa sakit yang menyayat-nyayat ketika memori indah ataupun suram itu muncul. Juga tak perlu ada air mata yang terbuang sia-sia karena luka yang masih terasa. Kau bisa fokus dengan duniamu saat ini. Dan bisa mencintai pasanganmu dengan sepenuh hati tanpa tercuil sedikitpun akibat luka di masa lalu.
Terakhir bagi kau yang memiliki pasangan dengan masa lalu yang berat, cobalah untuk selalu bersabar menghadapinya. Usaplah air matanya dengan penuh pengertian saat ia menangis tersedu. Dan peluklah dengan penuh sayang seolah-olah kau ikut merasakan kepedihan hatinya. Beri ia ruang untuk mencurahkan hatinya, yakinkan ia bahwa kau tidak akan marah padanya. Beri pula ia motivasi untuk bangkit menyongsong masa depan. Katakan padanya bahwa kau siap mengobati lukanya, membahagianya, menjaganya, tanpa harus menyakitinya. Jangan paksa ia untuk mengubur masa lalunya, karena ini bukan mayat yang selesai setelah di kubur. Bukan pula seperti lidah yang mudah melupakan rasa dari makanan yang baru di santapnya. Tapi ini hati, hati yang selalu hidup penuh dengan kenangan, harapan, luka, cinta, dan gejolak rasa lainnya. Hanya ajal yang mampu mengubur hati, dan semua bisa selesai jika ajal menjemput. Namun sebelum ajal itu tiba, hati butuh obat untuk lukanya, yakni keikhlasan atas apa yang telah ditakdirkan-Nya. Selalu ingatkanlah ia untuk ikhlas.
Jimbaran, 10 Januari 2012

